Thomas Cup Indonesia Juara Grup B, Perempat Final Lebih Mudah

Posted on

BANGKOK, transpagi.com — Indonesia akhirnya lolos sebagai juara Grup B Piala Thomas 2018 usai mengalahkan tim kuat Korea Selatan 3- 2. Sebelumnya skor sempat sama kuat 2-2.

Korea Selatan meraih dua kemenangan dari tunggal pertama dan kedua mereka yakni Son Wan Ho mengalahkan Jonatan Christie dan Kwang Hee Heo mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting.

Sedang Indonesia merebut dua poin awal dari dua sektor ganda. Marcus Gideon/Kevin Sanjaya mengalahkan Chung Eui Seok/Kim Won Ho, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menekuk Choi Solgyu/Kim Dukyoung.

Partai terakhir di sektor tunggal pun praktis krusial menjadi penentu kemenangan dan beban tersebut saat itu berada di pundak Firman. Meski demikian, Firman mengaku berusaha mengendalikan situasi dan tetap tenang sebelum bertanding.

Firman sebenarnya sudah dalam posisi di atas angin dan unggul jauh dari Young Woong pada game pertama. Namun, Ha justru mampu bangkit mengejar ketinggalan dan memenangi pertama dengan skor 22-20.

“Di set pertama saya bernafsu untuk mengejar poin sementara lawan tampak lebih tenang dan dapat mengontrol permainan. Saya juga sering terburu-buru sehingga saya pikir ya sudah lah fokus di set kedua saja,” ujar Firman.

“Saya terlalu terburu-buru ingin mendapat poin terus. Bola yang seharusnya tidak perlu smes, saya smes.”

Di game kedua Firman berusaha bangkit dan merebut game tersebut dengan kemenangan 21-15. “Instruksi dari pelatih (sebelum game kedua)  yang utamanya jangan mengulangi kesalahan seperti pada set pertama,” tutur Firman.

“Bangkit lagi setelah saya sudah tidak memikirkan set pertama, fokus untuk set kedua dan ketiga. Cari lagi kelemahan lawan karena kan sudah tahu dari awal cara dapat poinnya.”

Kemenangan game ke dua menjadi modal Firman untuk memenangi set berikutnya.  Firman lebih percaya diri dan menutup pertandingan tersebut dengan kemenangan game ketiga, 21-12.

“Tidak terpikirkan apa-apa sih. Fokus buat diri sendiri saja, khususnya kalau misal saya ketinggalan atau unggul, yang penting fokus buat tim Indonesia,” ujar Firman.

Firman Abdul Kholik mengaku lega setelah menjadi penentu  tunggal terakhir tetelah mengalahkan tunggal putra Korea Selatan, Young Woong Ha di Impact Arena, Bangkok, Rabu (23/5).

Pemain 20 tahun itu pun mengaku sangat senang setelah Indonesia berhasil menjadi juara Grup B. Dengan demikian, ia menganggap lawan-lawan yang akan dihadapi Merah Putih di perempat final relatif lebih mudah.

“Bagus juga buat tim, jadi tidak langsung ketemu tim yang berat-berat dulu seperti China. Ketemunya yang runner up grup sehingga lebih enak di perempat final nanti,” ujar Firman. (D-2)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *