Peracik Miras Maut Jadi Tersangka

Posted on

BEKASI, ViFO– Kepolisian Sektor Jatiasih telah menetapkan Untung Husein Wargono alias U (58) sebagai tersangka peracik minuman keras (miras) oplosan di wilayah setempat.

Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas mengatakan, penetapan U sebagai tersangka telah melewati proses penyelidikan, yaitu menginterogasi pelaku, menanyai saksi-saksi diantaranya keluarga dan tetangga korban.

“Dia (U) juga telah mengakui perbuatannya telah meracik minuman itu,” kata Ili.

Sebelumnya lima warga Perumahan Komplek Daerah Angkatan Udara (Kodau) Jalan Kalaba RT 03/02, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menjadi korban miras oplosan. Kelima warga tersebut Imron (47), Hermadi (58), Yopi Arnes (50), Herry Zantol Baso (57) dan Alvian (52) tewas diduga keracunan miras oplosan.

Korban Imron lebih dulu meninggal dunia pada Sabtu (14/3) atau sehari pasca menenggak miras itu.

Keeokan harinya Selasa (17/4) siang, empat korban lainnya kembali berpesta miras di rumah salah seorang warga bernama Elvis.

Satu per satu korban berjatuhan yang diawali dengan muntah, dadan sesak hingga pandangan kabur.

Sedangkan pada Rabu (18/4) pukul 14.00, Alvian meninggal dunia, kemudian disusul Yopi tewas pada Kamis (19/4) pukul 00.30, lalu Herry pada Kamis (19/4) pukul 01.40 dan Hermadi pada Jumat (20/4) pukul 08.00.

Meski jenazah kelima pria tersebut telah dimakamkan dan belum sempat diautopsi, namun hasil penyidikan polisi menyakini kematian mereka disebabkan menenggak miras oplosan.

Polisi juga masih menunggu hasil uji laboratorium cairan yang diduga alkohol di rumah pelaku.

“Korban Herry sebelum meninggal dunia sedang sakit meriang dan ikut minum miras. Beberapa hari kemudian dia meninggal,” ujar Ili.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp 2 miliar.

Bahkan lima korban itu tewas dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Gejala yang mereka alami juga sama yaknI dada sesak dan bagian dalamnya terasa panas dan pandangan kabur,” kata Suryadi.

Suryadi berharap agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sebab perbuatan pelaku sangat membahayakan masyarakat apalagi selama ini warga tidak ada berani yang berani bertindak terhadap peredaran miras yang dilakukan pelaku selama setahun terakhir. Pelaku sebelumnya pernah mendekam di sel tahanan karena terjerat beberapa kasus.

“Dulu dia pernah dipenjara cuma saya nggak tahu karena kasus apa,” ujarnya.

Menyikapi kasus miras oplosan di Jati Asih, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jendral Sabrar Fadhilah menyatakan, akan  menindak tegas siapapun oknum TNI yang terlibat dalam peredaran miras di Perumahan Kodau Bekasi.

“Untuk saat ini kita hargai riksut (pemeriksaan dan pengusutan) oleh pihak yang berwenang,” kata Fadhilah. (kn-6)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *