Kadisdik Kota Bekasi: Teguran Keras Kepada Kepala Sekolah Berkampanye di Lingkungan Sekolah

Posted on

BEKASI, ViFO — Maraknya penyalahgunaan fasilitas sekolah menjadi ajang kampanye politik untuk menjaring pemilih pemula, membuat suasana politik menjadi perdebatan dikalangan masyarakat. Padahal dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye di Pilkada 2018. Dalam ketentuan itu dilarang memasang alat peraga kampanye di kawasan tempat ibadah, sekolah, dan kantor pemerintahan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzie mengimbau kepada para pendidik agar tidak memanfaatkan profesi guru sebagai ajang berkampanye atau memengaruhi siswa untuk kepentingan politik.

“Kampanye di sekolah akan mengganggu netralitas sekolah itu sendiri, sebab lembaga pendidikan harus netral dari semua kepentingan Partai Politik,” ujar Ali Fauzie, Senin (25/04/18).

Ali menambahkan bila ada salah satu kepala sekolah dan guru baik negeri maupun swasta yang kedapatan mengajak calon Walikota Bekasi untuk berkampanye dengan alih-alih memberikan pembelajaran politik kepada siswanya, saya akan berikan Teguran keras.

“Kita berikan teguran dulu, karena mungkin banyak kepala sekolah yang belum mengetahui hal ini,” ujarnya.

Ali pun mengizinkan bila ada pembelajaran politik terhadap siswa, tapi tidak pada masa kampanye, karena  rentan terhadap netralitas dunia pendidikan.

“Kalau untuk pembelajaran politik kepada siswa boleh – boleh saja, tapi jangan dimasa kampanye karena bisa merusak netralitas dunia pendidikan,” ujarnya. (K-6)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *