Tak Miliki Legalitas, PJTKI Digerebek

Posted on

BEKASI, ViFO— Polres Metro Bekasi Kota menggerebek penampungan TKW ilegal PT WJ yang berada di Jalan Raya Hankam, Gang Gantong, RT 05/05, Jatimurni, Pondokmelati, serta menangkap ES (57) pemilik PT tersebut.

Sebanyak 21 orang perempuan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) hampir menjadi korban perdagangan manusia (trafficking).

Melalui PT WJ puluhan perempuan itu dijanjikan akan diberangkatkan dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Brunei Darussalam, Taiwan dan Malaysia.

Kesepakatan dengan perusahaan, pendapatan TKW itu akan dipotong selama enam bulan jika mereka jadi diberangkatkan dan bekerja sebagai PRT diluar negeri.

Keberadaan puluhan perempuan itu diketahui atas informasi masyarakat sekitar. Kemudian, polisi melakukan penyelidikan atas legalitas perusahaan yang bergerak di bidang perekrutan Tenaga Kerja Indonesia itu.

“Setelah itu kami lakukan penyelidikan, ternyata disana korbannya ada sekitar 21 orang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih.

Selain mengamankan para korban, pihak kepolisian juga menemukan stempel palsu atas nama sejumlah instansi pemerintah di lokasi tersebut. “PT-nya ilegal,” ujarnya.

Kepada penyidik, ES mengaku perusahaannya sudah memberangkatkan sekitar 60 orang menjadi PRT. “Tapi kita tidak percaya begitu saja, kita cari berkas data-data di PT saja, sama di negara-negara itu sesuai dengan data-data dan fakta-fakta,” ujarnya.

EJ terancam dijerat Pasal 2 dan atau Pasal 4 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 85 huruf c dan d juncto Pasal 71 huruf C dan Pasal 86 huruf C juncto Pasal 72 huruf C UU No 18 tahun ini 2017 tahun Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman 3 sampai 15 tahun penjara. (B-12)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *